Sabtu, 04 Januari 2014

EVERYONE CAN BE A INSPIRATIONAL FIGURES

EVERYONE CAN BE A INSPIRATIONAL FIGURES

Sang Tokoh
Tokoh inspiratif biasanya adalah seseorang yang dulunya kurang beruntung terus menjadi orang yang sukses dengan usaha yang gigih. Tetapi tidak menutup kemungkingan kalau tokoh inspiratif itu berasal dari orang yang biasa-biasa saja atau orang pinggiran . Bahkan menurut saya pola pikir orang pinggiran ini lebih inspiratif daripada orang yang sudah sukses. Orang pinggiran ini biasanya adalah pribadi yang low profile. Mereka tidak ingin dikasihani oleh orang lain, mereka ingin menjadi sukses dengan usahanya sendiri. Jadi, menurut saya tokoh inspiratif itu bisa siapa saja asalkan sang tokoh ini bisa memotivasi dan menginspirasi kita semua.
Kisah hidup orang pinggiran juga bisa menginspirasi banyak orang. Keseharian mereka dipenuhi dengan keikhlasan dan semangat yang kuat untuk melawan arus kehidupan yang kompleks ini. Kesederhanaan mereka juga menginspirasi kita. Mereka hidup dengan kesederhanaan yang menerima apa adanya kehidupan. 


Berangkat dari pemikiran tersebut saya mencari tokoh inspiratif yang tidak biasa. Saya mencari orang pinggiran yang bisa menginspirasi saya. Pertemuan dengan sang tokoh ini memang tidak disengaja. Saya bertemu dengan beliau di halaman Masjid terbesar di Asia Tenggara. Yap, yaitu di halaman Masjid Istiqlal.

Pak Sukardi
 Beliau ini namanya Pak Sukardi, umurnya sekitar 40 tahun. Beliau bekerja sebagai petugas kebersihan di Gedung Masjid Istiqlal, Jakarta. Begitu melihat sosoknya, saya langsung tertarik untuk ngobrol dengan beliau dan bertanya tentang kesehariannya. Berikut kutipan obrolan saya dengan sang tokoh:  

Saya (Mufni Alida) sebagai “A” dan Bapak Sukardi sebagai “B”.
A : “Nama bapak siapa?”
B : “Sukardi”
A : “Bapak tinggal dimana pak?”
B : “Depok”
A : “Terus udah berapa lama pak kerja di Masjid Istiqlal?”
B : “Dari tahun ’92 aja” kata bapak sambil tertawa. (karena tadinya bapak Sukardi ini ngakunya cuman karyawan baru di Istiqlal. Padahal nyatanya bapak ini udah kerja lama dari tahun 1992. Ketahuan deh bohongnya. Hahahaha)
A : “Kalau boleh tau, selama kerja disini ada suka sama dukanya gak pa?”
B : “Kalau kita kan sebagai marbot pasti ada suka dukanya, ya yang namanya hidup pasti begitu. Tapi kalau saya mah ikhlas aja lillahitaala. Ini kan juga buat nafkah anak istri saya di rumah, ya kita ga boleh mengeluh. Pokoknya apa yang kita kerjain itu harus ikhlas gtu…..
Kalimat yang dilontarkan oleh Bapak Sukardi diatas adalah kalimat yang menginspirasi saya bahwa dalam hidup ini kita harus ikhlas. Ikhlas dalam segala hal. Ikhlas dalam beribadah, ikhlas dalam pekerjaan maupun ikhlas dalam menolong orang lain. Kata “ikhlas” memang sangat mudah kita ucapkan tapi sangat sukar untuk kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Setelah termenung sekejap karena mendengar kata-kata ikhlas yang dilontarkan Pak Sukardi, saya lanjutkan kembali percakapannya.
A : “Oh ya pak, bapak ngontrak disini atau bolak balik depok?”
B : “Oh kalau saya pulang. Tiap hari pulang naik kereta”
A : “Pulangnya jam berapa pak?”
B : “Masuk jam setengah 8, kalau pulang jam 4 sore. Tapi kalau saya dapet piket bisa sampe jam 19.30 baru pulang”
A : “Bapak itu sebagai marbot sekaligus petugas kebersihan ya pak?”
B : “Sebenernya kalau bapak tugasnya di gedung. Bukan ngebersihin halaman”
Setelah banyak ngobrol tentang pekerjaan lalu saya menanyakan kehidupan keluarga Pak Sukardi.
A : “Bapak di Depok sama siapa aja tinggalnya?”
B : “Sama istri, sama anak juga.”
A : “Berapa pak anaknya?”
B : “Cuma satu”
A : ”Berapa pak umurnya?’
B : ”5 tahun”
A : “Tapi istri satu kan pak?” dengan nada bercanda.
B : “Ya iyalalah satu” menjawab dengan spontan dan lalu tertawa bersama.
Setelah agak lama melakukan wawancara, akhirnya lantunan Qori (orang yang membaca al-Quran) berkumandang dan membuat obrolan kita mencapai dua pertanyaan terakhir.
A : “Pertanyaan terakhir nih pak, Prinsip hidup bapak itu apa?”
B : “Kalau bapa sih prinsip hidupnya, kita hidup didunia ini tuh harus ikhlas, harus terima apa adanya yang diberikan Tuhan kepada kita. Kita jangan sampe sirik sama orang lain. Yang penting kita hidup bahagia di dunia ini. Damai gtu. Rumah tangga akur terus. Tapi dalam hidup ini juga pasti ada masalah. Mau masalahnya gede atau kecil yang penting kita ikhlas ngejalaninnya. Enjoy enjoy aja dah….. hahaha”
A : “Kalau bapak sudah tua, bapak pengen tinggal dimana?”
B : “Ya kalau bapak mah tinggal dimana aja dah, yang penting nyaman.”
Tertawanya Pak Sukardi pun menutup wawancara inspirasi ini.
Sesudah melalukan wawancara saya dan beliau pergi ke masjid berasama untuk melaksanakan ibadah.

Oh ya, untuk melengkapi tulisan ini saya ada beberapa tambahan mengenai profil sang tokoh. Bapak Sukardi sudah lama mempunyai penyakit asam urat. Beliau bercerita tentang penyakitnya itu di sela-sela wawancara. Saya salut kepada bapak satu anak ini karena beliau tetap semangat mencari nafkah walaupun beliau mempunyai penyakit yang cukup parah. Beliau sering merasakan sakit ketika bekerja, bahkan suatu ketika beliau pernah jatuh pingsan akibat tidak kuat menahan rasa sakit yang dideritanya itu.

Saya bersama Sang Tokoh
Dari wawancara yang saya sudah lakukan dengan sang tokoh, saya mendapatkan beberapa motivasi dan inspirasi dari beliau. Diantaranya yaitu hidup harus penuh dengan keikhlasan, terus kita sebagai manusia harus selalu bersyukur dan jangan banyak mengeluh serta dalam pekerjaan kita harus konsisten dan terus semangat.



5 KATA DARI SANG TOKOH:
IKHLAS, SEMANGAT, APA ADANYA, BERSYUKUR DAN KONSISTEN.


Demikian tulisan saya, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca dan saya minta maaf jika ada kata-kata yang menyinggung dalam tulisan ini. Terima kasih dan SALAM SUPER!!!!






0 komentar:

Posting Komentar