EVERYONE CAN BE A INSPIRATIONAL
FIGURES
![]() |
| Sang Tokoh |
Tokoh inspiratif biasanya adalah seseorang yang dulunya kurang beruntung
terus menjadi orang yang sukses dengan usaha yang gigih. Tetapi tidak menutup
kemungkingan kalau tokoh inspiratif itu berasal dari orang yang biasa-biasa
saja atau orang pinggiran . Bahkan menurut saya pola pikir orang pinggiran ini
lebih inspiratif daripada orang yang sudah sukses. Orang pinggiran ini biasanya
adalah pribadi yang low profile. Mereka tidak ingin dikasihani oleh orang lain,
mereka ingin menjadi sukses dengan usahanya sendiri. Jadi, menurut saya tokoh
inspiratif itu bisa siapa saja asalkan sang tokoh ini bisa memotivasi dan
menginspirasi kita semua.
Kisah hidup orang pinggiran juga bisa menginspirasi banyak orang.
Keseharian mereka dipenuhi dengan keikhlasan dan semangat yang kuat untuk
melawan arus kehidupan yang kompleks ini. Kesederhanaan mereka juga
menginspirasi kita. Mereka hidup dengan kesederhanaan yang menerima apa adanya
kehidupan.
Berangkat dari pemikiran tersebut saya mencari tokoh inspiratif yang tidak
biasa. Saya mencari orang pinggiran yang bisa menginspirasi saya. Pertemuan
dengan sang tokoh ini memang tidak disengaja. Saya bertemu dengan beliau di
halaman Masjid terbesar di Asia Tenggara. Yap, yaitu di halaman Masjid
Istiqlal.
![]() |
| Pak Sukardi |
Beliau ini namanya Pak Sukardi, umurnya sekitar 40 tahun. Beliau
bekerja sebagai petugas kebersihan di Gedung Masjid Istiqlal, Jakarta. Begitu
melihat sosoknya, saya langsung tertarik untuk ngobrol dengan beliau dan
bertanya tentang kesehariannya. Berikut kutipan obrolan saya dengan sang tokoh:
Saya (Mufni Alida) sebagai “A” dan
Bapak Sukardi sebagai “B”.
A : “Nama bapak siapa?”
B : “Sukardi”
A : “Bapak tinggal dimana pak?”
B : “Depok”
A : “Terus udah berapa lama pak
kerja di Masjid Istiqlal?”
B : “Dari tahun ’92 aja” kata bapak sambil tertawa. (karena tadinya bapak
Sukardi ini ngakunya cuman karyawan baru di Istiqlal. Padahal nyatanya bapak
ini udah kerja lama dari tahun 1992. Ketahuan deh bohongnya. Hahahaha)
A : “Kalau boleh tau, selama kerja
disini ada suka sama dukanya gak pa?”
B : “Kalau kita kan sebagai marbot
pasti ada suka dukanya, ya yang namanya hidup pasti begitu. Tapi kalau saya mah
ikhlas aja lillahitaala. Ini kan juga buat nafkah anak istri saya di rumah, ya
kita ga boleh mengeluh. Pokoknya apa yang kita kerjain itu harus ikhlas gtu…..
Kalimat
yang dilontarkan oleh Bapak Sukardi diatas adalah kalimat yang menginspirasi
saya bahwa dalam hidup ini kita harus ikhlas. Ikhlas dalam segala hal. Ikhlas
dalam beribadah, ikhlas dalam pekerjaan maupun ikhlas dalam menolong orang
lain. Kata “ikhlas” memang sangat mudah kita ucapkan tapi sangat sukar untuk
kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Setelah
termenung sekejap karena mendengar kata-kata ikhlas yang dilontarkan Pak
Sukardi, saya lanjutkan kembali percakapannya.
A
: “Oh ya pak, bapak ngontrak disini atau bolak balik depok?”
B
: “Oh kalau saya pulang. Tiap hari pulang naik kereta”
A
: “Pulangnya jam berapa pak?”
B : “Masuk jam setengah 8, kalau
pulang jam 4 sore. Tapi kalau saya dapet piket bisa sampe jam 19.30 baru
pulang”
A : “Bapak itu sebagai marbot
sekaligus petugas kebersihan ya pak?”
B : “Sebenernya kalau bapak tugasnya
di gedung. Bukan ngebersihin halaman”
Setelah banyak ngobrol tentang
pekerjaan lalu saya menanyakan kehidupan keluarga Pak Sukardi.
A : “Bapak di Depok sama siapa aja
tinggalnya?”
B : “Sama istri, sama anak juga.”
A : “Berapa pak anaknya?”
B : “Cuma satu”
A : ”Berapa pak umurnya?’
B : ”5 tahun”
A : “Tapi istri satu kan pak?” dengan
nada bercanda.
B : “Ya iyalalah satu” menjawab
dengan spontan dan lalu tertawa bersama.
Setelah
agak lama melakukan wawancara, akhirnya lantunan Qori (orang yang membaca
al-Quran) berkumandang dan membuat obrolan kita mencapai dua pertanyaan
terakhir.
A
: “Pertanyaan terakhir nih pak, Prinsip hidup bapak itu apa?”
B : “Kalau bapa sih prinsip hidupnya,
kita hidup didunia ini tuh harus ikhlas, harus terima apa adanya yang diberikan
Tuhan kepada kita. Kita jangan sampe sirik sama orang lain. Yang penting kita
hidup bahagia di dunia ini. Damai gtu. Rumah tangga akur terus. Tapi dalam
hidup ini juga pasti ada masalah. Mau masalahnya gede atau kecil yang penting
kita ikhlas ngejalaninnya. Enjoy enjoy aja dah….. hahaha”
A : “Kalau bapak sudah tua, bapak
pengen tinggal dimana?”
B : “Ya kalau bapak mah tinggal
dimana aja dah, yang penting nyaman.”
Tertawanya Pak Sukardi pun menutup
wawancara inspirasi ini.
Sesudah melalukan wawancara saya dan
beliau pergi ke masjid berasama untuk melaksanakan ibadah.
Oh ya, untuk melengkapi tulisan ini saya ada beberapa
tambahan mengenai profil sang tokoh. Bapak Sukardi sudah lama mempunyai
penyakit asam urat. Beliau bercerita tentang penyakitnya itu di sela-sela
wawancara. Saya salut kepada bapak satu anak ini karena beliau tetap semangat
mencari nafkah walaupun beliau mempunyai penyakit yang cukup parah. Beliau
sering merasakan sakit ketika bekerja, bahkan suatu ketika beliau pernah jatuh
pingsan akibat tidak kuat menahan rasa sakit yang dideritanya itu.
![]() |
| Saya bersama Sang Tokoh |
Dari wawancara yang saya sudah lakukan dengan
sang tokoh, saya mendapatkan beberapa motivasi dan inspirasi dari beliau.
Diantaranya yaitu hidup harus penuh dengan keikhlasan, terus kita sebagai
manusia harus selalu bersyukur dan jangan banyak mengeluh serta dalam pekerjaan
kita harus konsisten dan terus semangat.
5 KATA DARI SANG TOKOH:
IKHLAS, SEMANGAT, APA ADANYA, BERSYUKUR DAN KONSISTEN.
Demikian
tulisan saya, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca dan saya minta maaf jika ada
kata-kata yang menyinggung dalam tulisan ini. Terima kasih dan SALAM SUPER!!!!









0 komentar:
Posting Komentar